Aku lahir dengan menerima nasib sebagai anak yang broken home. Di saat kedua orang tuaku memutuskan berpisah demi kebaikkan kedua belah pihak situlah hidupku mulai hampa dan teramat sangat sepi, dan memilih salah satu dari mereka itu hal yang sangat menyakitkan lalu harus meninggalkan salah satu dari mereka berdua.
Keadaan pun memaksakan aku untuk ikut pergi bersama ayah dan meninggalkan bunda sama adik adik, hatiku terasa sesak sampai aku tidak bisa bernafas dengan normal, yang bisa aku lakukan hanyalah menangis dan menangis.
Aku tumbuh tanpa kasih sayang yang utuh, aku harus menerima keluarga baru ayahku dan aku mulai hidup bersama mereka. Aku mengalami masa-masa yang sulit akibat perpisahan ayah bundaku, aku harus berdiri sendiri, aku harus melakukan apapun itu sendiri. Aku kadang suka ngomong sama diri aku sendiri kenapa harus aku gitu? Kenapa gak orang lain aja?
Hari demi hari aku jalanin hidup aku dengan semua kekuatanku, kadang aku alami rasa yang mungkin pernah di alami sama anak yang jadi korban perceraian orang tuanya, ngebatin sama keadaan, tertekan, stress, down, sampai sampai mungkin pernah berfikiran buat merusak diri sendiri, hancur dan sebagainya.Tapi aku memilih untuk gak hancur seperti keluargaku, aku berusaha jadi lebih baik lagi dari semua yang aku alami.
Mungkin aku sering kali merasakan kesepian dan kehampaan tapi tanpa aku sadari, aku punya orang orang yang merangkul aku dengan kasih sayang mereka dan menguatkan aku , meyakinkan aku kalau aku mampu lalui semua yang aku alami. Mereka yang selalu buat aku sejenak melupakan kesedihan aku, kepedihan aku, kesakitan aku.
Kadang gak sedikit orang-orang diluar sana menganggap kalau anak korban perceraian itu rusak dan hancur semua. Rusak atau hancurnya itu sebuah pilihan dari anak korban broken home, Kita memang anak broken home tapi hancur dan merusak diri sendiri itu adalah pilihan yang sangat buruk, seharusnya kita memotivasi diri dari apa yang pernah kita alami biar kita bisa jadi lebih baik lagi kedepannya, dan tunjukin ke mereka kalau kita juga mampu buat meraih dunia.
Peluuuuuukkkkk hahahhaaha
BalasHapussemangat untuk kamu!:)
BalasHapus